Nikmat apa lagi yang ingin kita dustakan jika hari ini Tuhan masih memberikan kita pinjaman tubuh badan yang sihat serta mampu mengerah kudrat bagi mencari rezeki.

Namun masih ada yang lalai serta merungut bila hidup berkais walhal itu adalah pilihan diri sendiri yang malas berusaha.

Tambahan pula masyarakat kita terlalu suka membandingkan kehidupan dengan orang lain yang jauh lebih berjaya. Sedangkan kita tidak tahu penat jerih yang dilalui sebelum mereka mencapai kesenangan.

Allah sudah pun menjanjikan kejayaan bagi mereka yang sentiasa berusaha dan tidak putus asa. Setiap perjalanan akan diselitkan sedikit kesulitan untuk umatNya mempelajari dari kesilapan dan memperbaikinya di masa hadapan.

LUPAKAN ZAMAN KANAK-KANAK UNTUK SARA KELUARGA

Demi memenuhi keperluan hidup seharian, masih terdapat segelintir kanak-kanak yang terpaksa mengorbankan zaman kecil mereka dengan bergaul dan bermain dengan rakan-rakan sebaya semata-mata demi mencari rezeki untuk menyara keluarga.

Itu lah pengorbanan yang telah dilakukan oleh seorang budak lelaki yang hanya dikenali sebagai Rehan. Dia merelakan diri memakai kostum maskot di jalanan setiap hari. Apa yang lebih menyayat hati, dia sanggup menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer setiap hari hanya dengan berjalan kaki.

Biar pun perbuatannya mampu menghiburkan kanak-kanak lain, siapa sangka di sudut hati kecil Rehan tersimpan seribu satu rasa yang tak mungkin mampu orang lain tanggung.

AKAN BANGUN AWAL PAGI SETIAP HARI

Kisah Rehan telah menjadi bualan warganet setelah dikongsi pengguna laman Instagram iaitu @rhmadii_ atau Rahmadi yang menceritakan kehidupan seharian Rehan yang tidak pernah jemu menjadi penghibur jalanan.

 

View this post on Instagram

 

EDISI KEHIDUPAN…. Setiap hari, Rehan harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran dan warga disekitar jalan Gatot Subroto… Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya jalan Gatot subroto. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak. Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rejeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya. “Uangnya lumayan. Bisa buat beli Nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Rehan Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Rehan memperlihatkan jogetan kecilnya. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Rehan mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari. Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants. Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,” ungkap Rehan sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya. Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah. Lepas Sholat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman Alfamart jl. Gatot subroto kata Rehan Namun saat ditanya, apakah ia dan ibunya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya.

A post shared by KONTEN INSPIRATIF (@rhmadii__) on

Menurut perkongsian, Rehan perlu bangun seawal mungkin setiap pagi bagi menghiburkan orang awam di pinggir jalan sekitar daerah Jalan Gatot Subroto, Kalimantan Selatan.

Difahamkan keputusan Rehan untuk menjadi maskot dilakukan selepas mengambil kira faktor ekonomi bagi memenuhi keperluan harian keluarga memandangkan ibunya tidak mempunyai pekerjaan yang tetap.

AKAN MENUKAR MASKOT YANG BERBEZA

Bagi kelihatan berbeza, Rehan juga tampil dengan beberapa pilihan kostum watak-watak kartun terkenal seperti Dora the Explorer, Upin & Ipin serta Spongebob Squarepants. Sebagai interaksi dengan orang awam, Rehan akan sentiasa berjoget dan bergelek, dan dengan itu orang ramai akan tertumpu melihat gelagatnya.

Sebagai keseluruhan, duit merupakan “big why” kepada seseorang itu untuk berjaya. Yang penting perlu sedikit usaha dan mencari jalan agar perkara yang dilakukan disenangi ramai. Semoga pekerjaan Rehan diberkati Allah SWT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here